BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Olahraga prestasi dalam konteks
ini adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan olahraga prestasi,
misalnya: sponsorship pada tim yang bertanding atau berkompetisi dalam suatu
liga, sponsorship pada fasilitas olahraga dimana menjadi tempat
diselenggarakannnya kompetisi atau pertandingan, sponsorship pada panitia atau
badan pelaksana kompetisi atau pertandingan olahraga. Citra perusahaan adalah
sesuatu yang penting untuk dijaga dan dikembangkan. Citra yang positip akan
menjadikan perusahaanmencsapai sukses yang berkelanjutan. Salah satu tujuan dari suatu organisasi atau perusahaan adalah memiliki
citra (image) yang baik di semua aspek yang terkait atau berhubungan dengan
organisasi atau perusahaan tersebut. Citra (image) dapat diartikan sebagai
kesan, perasaan, gambaran dari publik terhadap organisasi atau perusahaan.
Menurut Bill Canton dalam Sukatendel (1990) citra juga merupakan kesan,
perasaan, gambaran yang dengan sengaja diciptakan dari suatu obyek, orang atau
organisasi (Soemirat & Ardianto, 2010:112).
Pembentukan,
pengelolaan, dan peningkatan citra merupakan salah satu tugas pokok dan fungsi
dari Public Relations (PR) atau yang dalam Bahasa Indonesia lebih
dikenal dengan istilah Hubungan Masyarakat, disingkat Humas. Citra inilah yang
menjadi fokus utama seorang Humas, yaitu bagaimana dapat membentuk, mengelola
dan meningkatkan citra positif organisasi menjadi agenda yang penting bagi
seorang Humas. Hal ini sesuai dengan pendapat Ruslan yang menyebutkan
bahwa menciptakan citra atau publikasi yang positif merupakan
prestasi, reputasi dan sekaligus menjadi tujuan utama bagi aktivitas Humas
dalam melaksanakan manajemen kehumasan membangun citra atau nama baik
lembaga/organisasi dan produk yang diwakilinya. (Ruslan, 2010:26).
B. Identifikasi Masalah
1. Pengertian Citra Perusahaan ?
2. Cara membangun Citra Perusahaan ?
3. Sponsorship ?
4. Macam-macam Sponsorship ?
5. Pengertian Olahraga Prestasi ?
6. Sponsorship dalam Olahraga
Prestasi ?
C. Tujuan
- Untuk mengetahui pengertian Citra Perusahaan
- Untuk mengetahui cara membangun perusahaan
- Untuk mengetahui pengertian Sponsorship
- Untuk mengetahui macam-macam Sponsorship
- Untuk mengetahui pengertian olahraga prestasi
- Untuk mengetahui hubungan Sponsorship dan
Olahraga prestasi
BAB II
PEMBAHASAN
Citra perusahaan adalah sesuatu
yang penting untuk dijaga dan dikembangkan. Citra yang positip akan menjadikan
perusahaanmencsapai sukses yang berkelanjutan. Berbagai upaya dilakukanoleh
perusahaan agar citranya menjadi baik salah satunya denganmenjalin kerjasama
dalam bentuk sponsorship. Sponsorship dengan nilai terbesar terjadi pada dunia
olahraga khususnya olahraga prestasi. Olahraga prestasi dalam konteks ini
adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan olahraga prestasi,
misalnya: sponsorship pada tim yang bertanding atau berkompetisi dalam suatu
liga, sponsorship pada fasilitas olahraga dimana menjadi tempat diselenggarakannnya
kompetisi atau pertandingan, sponsorship pada panitia atau badan pelaksana
kompetisi atau pertandingan olahraga. Sponsorship pada olahraga prestasi
dilakukan perusahaan dengan pertimbangan olahraga prestasi efektif menarik
perhatian manusia dalam jumlah besar, baik yang datang langsung menonton
pertandingan atau melalui siaran televisi. Jumlah manusia yang besar merupakan
sarana komunikasi yang efektif dan efisien perusahaan terhadap masyarakat.
A. Pengertia Citra Perusahaan
|
|
Menurut Davies dkk yang dikutip Juwita, 2006: 9 citra
perusahaan diartikan sebagai pandangan mengenai perusahaan oleh para pemegang
saham eksternal, khususnya oleh para pelanggan. Citra menurut Kotler yang
dikutip Winati, 2006: 19 adalah seperangkat keyakinan, ide dan kesan yang
dimiliki oleh seseorang terhadap objek. Sikap dan tindakan orang terhadap suatu
objek sangat ditentukan oleh suatu citra objek tersebut. Citra perusahaan
adalah citra dari organisasi secara keseluruhan, jadi citra atas produk dan pelayanannya.
Citra perusahaan adalah kekuatan, artinya citra mempunyai kemampuan di luar
perusahaan yang dapat menambah kekuatan bagi produk barang atau jasa yang
dihasilkan oleh perusahaan, (Sugiharto dkk, 2003: 104). Citra menimbulkan efek
tunda bagi perusahaan, artinya citra yang dibentuk oleh perusahaan tidak
berpengaruh secara langsung terhadap perusahaan, tetapi membutuhkan waktu yang
relatif lama. Dengan demikian apabila pengalaman dari layanan yang diterima
oleh konsumen itu baik, akan membentuk citra yang baik terhadap perusahaan
tersebut, sebaliknya apabila layanan yang diterima itu jelek maka akan
membentuk citra yang jelek pula.
Citra perusahaan merupakan hal yang abstrak. Citra
mempunyai peran penting dalam perusahaan, karena dapat mempengaruhi persepsi
konsumen (Zeihaml dan Bitner, dalam Sugiarto, 2003: 102). Baik buruknya citra
perusahaan dapat diukur melalui pengalaman konsumen dalam menikmati output dari
aktivitas perusahaan. Jika masyarakat merasakan bahwa pengalamannya sangat
memuaskan dirinya, maka secara langsung ataupun tidak langsung dia akan
memberikan kesan baik kepada perusahaan. Konsumen akan beralih ke perusahaan
lain jika merasakan adanya citra buruk dari perusahaan langganannya. Sutisna
dalam Suwandi (2010: 2) mengatakan, satu hal yang dianalisis mengapa terlihat
ada masalah pada citra perusahaan adalah organisasi dikenal atau tidak dikenal.
Perusahaan yang dikenal tidak baik menunjukan citra perusahaan yang bermasalah.
Masalah citra perusahaan berada dalam pikiran dan atau perasaan konsumen.
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut, keberadaan citra perusahaan bersumber
dari pengalaman dan atau upaya komunikasi sehingga penilaian maupun
pengembangannya terjadi pada salah satu atau kedua hal tersebut. Citra
perusahaan yang bersumber dari pengalaman memberikan gambaran telah terjadi
keterlibatan antara konsumen dengan perusahaan. Proses terbentuknya citra
perusahaan menurut Hawkins dalam Suwandi (2010: 4) diperlihatkan pada gambar
sebagai berikut: Berdasarkan gambar 1, proses terbentuknya citra
perusahaan berlangsung beberapa tahapan. Pertama, obyek mengetahui (melihat
atau mendengar) upaya yang dilakukan perusahaan dalam membentuk citra
perusahaan. Kedua, memperhatikan upaya perusahaan tersebut. Ketiga, setelah
adanya perhatian obyek mencoba memahami semua yang ada pada upaya perusahaan.
Keempat, terbentuknya citra perusahaan pada obyek, tahap kelima citra
perusahaan yang terbentuk akan menentukan perilaku obyek sasaran dalam
hubungannya dengan perusahaan.
B. Upaya Membangun Citra Perusahaan
Perusahaan sebagai sumber
terbentuknya citra perusahaan memerlukan berbagai upaya yang harus dilakukan.
Informasi yang lengkap dari perusahaan dimaksudkan sebagai informasi yang dapat
menjawab kebutuhan. Rhenald Kasali mengemukakan, pemahaman yang berasal dari
suatu informasi yang tidak lengkap menghasilkan citra yang tidak sempurna
(2003: 28). Menurut Shirley Harrison dalam Suwandi (2010: 4) informasi yang
lengkap mengenai citra perusahaan meliputi empat elemen sebagai berikut:
1. Personality Keseluruhan
karakteristik perusahaan yang dipahami publik sasaran seperti perusahaan yang
dapat dipercaya, perusahaan yang mempunyai tanggung jawab sosial.
2. Reputation Hal yang telah
dilakukan perusahaan dan diyakini publik sasaran berdasarkan pengalaman sendiri
maupun pihak lain seperti kinerja keamanan transaksi sebuah bank.
3. Value Nilai-nilai yang
dimiliki suatu perusahan dengan kata lain budaya perusahaan seperti sikap
manajemen yang peduli terhadap pelanggan, karyawan yang cepat tanggap terhadap permintaan
maupun keluhan pelanggan.
4. Corporate
Identity Komponen-komponen yang mempermudah pengenalan publik sasaran
terhadap perusahaan seperti logo, warna, dan slogan.
Dapat dipahami efektifitas upaya perusahaan dalam
komunikasinya dengan publik sasaran yang membentuk citra perusahaan berisi
empat elemen. Konsumen yang mempersepsikan perusahaan dengan citra baik akan
terdorong untuk membeli produk dari perusahahaan tersebut. Pemasaran dalam
organisasi atau perusahaan merupakan sesuatu yang sangat penting, kelemahan
dalam pemasaran akan tertutupi jika organisasi atau perusahaan mempunyai citra
yang positif. Lebih lanjut, citra merupakan hasil dari penilaian atas sejumlah
atribut, tetapi citra bukanlah penilaian itu sendiri, karena citra adalah kesan
konsumen yang paling menonjol dari perusahaan, yang dievaluasi dan
dipertimbangkan oleh konsumen dalam mengambil keputusan pembelian Perusahaan
meyakini bahwa citra perusahaan yang positif adalah sesuatu yang penting, dan
dapat menyebabkan sukses yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Perusahaan
perlu mengkomunikasikan secara jelas tentang citra perusahaan yang diharapkan,
sehingga dapat mengarahkan masyarakat dalam mencitrakan perusahaan secara
positif.
C. Sponshorship
Menurut Anggoro dan Javalgi yang
dikutip Winarti, (2006: 9) sponsorship termasuk salah satu media public
relation eksternal. Sponsorship adalah penyediaan dukungan finansial untuk
suatu acara, subjek, kegiatan, lembaga atau individu yang dianggap memang
pantas menerimanya. Sponsorship adalah dukungan perusahaan terhadap event
khusus untuk mencapai tujuan perusahaan, meninggikan image perusahaan,
meningkatan kesadaran merek atau stimulasi penjualan produk dan jasa secara
langsung.
D. Macam-macam Sponsorship
Sponsorship dapat dibedakan dalam empat kategori
dasar (Pelsmacker, dalam Winarti 2006: 11) yaitu:
a. Event-related sponsorship,
merupakan kategori paling terkenal. Perusahaan dapat memberikan dukungan mereka
dalam bentuk uang atau jenis lainnya pada event tertentu. Biasanya event sport,
seni, budaya dan hiburan.
b. Broadcast or programme
sponsorship, perusahaan dapat memberikan sponsor pada program olahraga,
perkiraan cuaca, opera. Broadcast sponsorship, merupakan penyesponsoran
eksklusif pada program acara tertentu. Broadcast sponsorship memiliki dampak
positif yang besar jika terdapat hubungan jangka panjang antara sponsor
eksklusif dan program.
c. Cause-related sponsorship,
merupakan kombinasi public relation, promosi penjualan, dan kedermawaan
perusahaan yang berdasarkan pada laba. Cause-related sponsorship meliputi MUSH
sponsoring (Municipal, University, Social, Hospital sponsorship), transactional
based sponsorship dan value marketing sponsorship.
d. Ambush Marketing, terjadi ketika
organisasi mencari dengan hati-hatiasosiasi dengan event tertentu tanpa
pembayaran upah sponsorship, untuk membujuk audien ambusher.
E. Olahraga Prestasi
Olahraga adalah kegiatan fisik
yang mengandung ciri permainan dan berisi perjuangan melawan diri sendiri atau
orang lain atau konfrontasi melawan unsur-unsur alam (UNESCO, dalam Lutan:
2001). Menurut Undang-Undang No: 3 Tahun 2005 olahraga adalah segala kegiatan
yang sistematis untuk mendorong, membina, serta mengembangkan potensi jasmani,
rohani, dan sosial. Haag 1986 dalam Lutan (2001: 40) memberi pengertian
olahraga adalah :
The worl sport is not used in the narrow sense of
atlethic or competitive or sport; rather it means the sum physical activities
of formal and informal nature realize mostly in the sport discipline but also
in fundamental form like calisthenics, fitness-training, or aerobics.
Kata olahraga mengandung makna
segala kegiatan yang sistematis untuk mendorong, membina, serta mengembangkan
potensi jasmani, rohani, dan sosial dan biasanya berorientasi terhadap
pencapaian prestasi (Sumoprawiro: 2009:1).
Kegiatan olahraga di Indonesia dapat dibagi berdasar
fungsi dan tujuannya sebagai berikut:
1) olahraga pendidikan,
2) olahraga rekreasi,
3) olahraga kesehatan,
4) olahraga cacat,
5) olahraga penyembuhan atau
rehabilitasi,
6) olahraga prestasi (Lutan,
2001: 4).
Kata pretasi dan kompetisi adalah
kata kunci dari pengertian olahraga prestasi. Olahraga prestasi identitik
dengan olahraga yang dipertandingkan atau dikompetisikan untuk menentukan siapa
yang terbaik, tercepat, terkuat, dan siapa yang jadi juara. Menurut Sumoprawiro
(2009: 1) kata prestasi dapat diartikan sebagai pencapaian akhir yang memuaskan
oleh seseorang atau tim, berdasarkan target awal yang dibebankan. Prestasi
tidak selalu identik dengan juara. Walaupun tidak menjadi juara atau meraih
kemenangan, tetapi bila itu sudah dapat memenuhi atau bahkan melampaui target
awal, maka sudah dapat dikatakan berprestasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa
olahraga prestasi adalah suatu olahraga dimana dilakukan dalam suasana yang
kompetitif dengan harapan setiap olahragawan baik secara individu atau tim
berusaha meraih pencapaian akhir yang memuaskan berdasarkan target awal
olahragawan baik secara individu atau tim.
F. Sponshorship Pada Olahraga
Prestasi
Banyak perusahaan yang melakukan
kegiatan sponsorship di dunia olahraga. Sport sponshorship dapat diartikan
kerjasama saling mendukung antara perusahaan dengan dengan dunia olahraga,
dimana perusahaan biasanya memperoleh keuntungan berupa area untuk promosi dan
pemasaran. Olahraga dalam hal ini bisa diartikan organisasi olahraga, klub,
organisasi penyelenggara liga (kompetisi), sarana olahraga, dan olahragawan.
Stotlar (2009: 1) mengartikan sponsorship dalam olahraga adalah kerjasama yang
saling menguntungkan antara perusahaan dengan badan atau komunitas olahraga.
Tabel 1. Tujuan Utama
Sponsorship bagi Sponsor (Perusahaan)
Segmen Pemasaran
Tujuan
Masyarakat Umum
Promosi pada masyarakat tentang merek
perusahaan
Meningkatkan hubungan dengan masyarakat
dan media
Untuk generate goodwill
Persepsi citra secara umum
Menciptakan persepsi terhadap komunitas
Target Pemasaran
Meningkatkan kesadaran konsumen akan
produk atau layanan
Meningkatkan penjualan
Memantapkan hubungan antara dunia
olahraga dengan sponsor
Menciptakan “transfer image”
Mengembangkan “brand equity”
Mengembangkan “brand image”
Mengembangkan “brand loyalty”
Anggota jaringan Distribusi
Meningkatkan penjualan pada jaringan
langganan
Promosi diskon dan kerjasama dengan
jaringan langganan
Mengembangkan hubungan dengan relasi
yang baru
Internal Stakeholder
Meningkatkan moral para pegawai dan relasi
Meningkatkan kepuasan pegawai
Promosi kepuasan
Komunikasi yang positip dengan media
Sumber: Smith (2008: 196-197).
Kerjasama antara dua
pihak dalam sponshorship mempunyai tujuan yang berbeda. Pihak sponsor memiliki
dua tujuan utama yaitu: meningkatkan citra merek produk atau jasa dan
meningkatkan kesadaran akan merek. Pihak penerima sponsor (dunia olahraga)
umumnya membutuhkan dana untuk mendukung kegiatan-kegiatan olahraga. Bidang
sponsorship pada olahraga menurut Schwarz dan Hunter (2008: 241-269) adalah
sebagai berikut: sponsorship pada badan atau organisasi olahraga, tim olahraga,
atlet olahraga, media dan broadcast olahraga, fasilitas olahraga, event
olahraga. Berdasarkan peryataan Schwarz dan Hunter diatas perusahaan sebaiknya
menyesuaikan sponshorship pada olahraga sesuai dengan tujuan yang diinginkan
perusahaan. Tujuan sponshorship bagi sebuah perusahaan masih sangat luas
tergantung pada
besarnya pihak yang diajak bekerjasama, jenis sponshorship, segmen olahraga
yang mana. Tujuan perusahaan secara umum adalah untuk meningkatkan penjualan,
citra merek pada masyarakat, kesadaran konsumen, modifikasi citra merek, dan
membangun hubungan bisnis. Pertumbuhan nilai sponsor pada event olahraga
menurut catatan IEG tahun 2007 pada beberapa perusahaan terkenal dapat dilihat
pada tabel 2, sebagai berikut:
Tabel 2. Nilai
Kerjasama Sponsorship
Segmen Pemasaran
Tujuan
Masyarakat Umum
Promosi pada masyarakat tentang merek
perusahaan
Meningkatkan hubungan dengan masyarakat
dan media
Untuk generate goodwill
Persepsi citra secara umum
Menciptakan persepsi terhadap komunitas
Target Pemasaran
Meningkatkan kesadaran konsumen akan
produk atau layanan
Meningkatkan penjualan
Memantapkan hubungan antara dunia
olahraga dengan sponsor
Menciptakan “transfer image”
Mengembangkan “brand equity”
Mengembangkan “brand image”
Mengembangkan “brand loyalty”
Anggota jaringan Distribusi
Meningkatkan penjualan pada jaringan
langganan
Promosi diskon dan kerjasama dengan
jaringan langganan
Mengembangkan hubungan dengan relasi
yang baru
Internal Stakeholder
Meningkatkan moral para pegawai dan relasi
Meningkatkan kepuasan pegawai
Promosi kepuasan
Komunikasi yang positip dengan media
Sumber: Smith (2008: 196-197).
Kerjasama antara dua
pihak dalam sponshorship mempunyai tujuan yang berbeda. Pihak sponsor memiliki
dua tujuan utama yaitu: meningkatkan citra merek produk atau jasa dan
meningkatkan kesadaran akan merek. Pihak penerima sponsor (dunia olahraga)
umumnya membutuhkan dana untuk mendukung kegiatan-kegiatan olahraga. Bidang
sponsorship pada olahraga menurut Schwarz dan Hunter (2008: 241-269) adalah
sebagai berikut: sponsorship pada badan atau organisasi olahraga, tim olahraga,
atlet olahraga, media dan broadcast olahraga, fasilitas olahraga, event
olahraga. Berdasarkan peryataan Schwarz dan Hunter diatas perusahaan sebaiknya
menyesuaikan sponshorship pada olahraga sesuai dengan tujuan yang diinginkan
perusahaan. Tujuan sponshorship bagi sebuah perusahaan masih sangat luas
tergantung pada
besarnya pihak yang diajak bekerjasama, jenis sponshorship, segmen olahraga
yang mana. Tujuan perusahaan secara umum adalah untuk meningkatkan penjualan,
citra merek pada masyarakat, kesadaran konsumen, modifikasi citra merek, dan
membangun hubungan bisnis. Pertumbuhan nilai sponsor pada event olahraga
menurut catatan IEG tahun 2007 pada beberapa perusahaan terkenal dapat dilihat
pada tabel 2, sebagai berikut:
Tabel 2. Nilai
Kerjasama Sponsorship
Perusahaan
Nilai Sponsorship
Anheuser-Busch
Pepsi
General Motor
Coca-Cola
Nike
Miller
$ 330-335 juta
$ 305-310 juta
$ 230-235 juta
$ 225-230 juta
$ 225-230 juta
$ 175-180 juta
Tim
Sponsor
Nilai
AC Milan (Italia)
Arsenal (Inggris)
Bayern M (Jerman)
Chealsea (Inggris)
Juventus (Italia)
Manchester United (Inggris)
Real Madrid (Spanyol)
Opel (Perusahaan Mobil)
O2 (Perusahaan Mobil)
T-Mobile (Perusahaan Mobile Phone)
Samsung (Perusahaan Elektronik)
Tamoil (Perusahaan Oli)
Vodafone (Perusahaan Mobile Phone)
Siemens (Perusahaan Mobile Phone)
$ 10,72 Juta
$ 17,25 Juta
$ 19,68 Juta
$ 17,25 Juta
$ 26,20 Juta
$ 15,53 Juta
$ 16,67 Juta
Sumber: Schwarz dan
Hunter, (2008: 244)
Event utama yang
melakukan kerjasama sponshorship adalah olahraga: 69%, tour dan hiburan: 10%,
cause marketing: 9%, seni: 5%, festival: 4%, organisasi: 3%. Perusahaan dapat
melakukan strategi sponsorship pada olahraga dari berbagai sektor pendukung peristiwa
olahraga, khususnya pada olahraga prestasi. Acosta (2002: 149) menyatakan
perusahaan akan termotivasi menjadi sponsor event olahraga bila penonton yang
hadir dalam jumlah yang banyak dan sesuai dengan target pemasaran. Olahraga
prestasi akan membawa pengaruh lebih efektif dan efisien dibandingkan olahraga
lain karena dihadiri atau ditonton orang banyak dalam pertandingannya.
Sponsorship pada organisasi atau badan penyelenggara olahraga prestasi
misalnya: Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk cabang sepakbola
melalui PT. Liga Indonesia, penyelenggara resmi liga super Indonesia sebuah
kompetisi sepakbola tingat tertinggi di Indonesia. Badan olahraga prestasi
tingkat dunia seperti Federation International de Football Association (FIFA) dan
International Olimpic Commitee (IOC). Sponsorship pada tim olahraga prestasi
dapat diimplementasikan pada kontingen Olimpiade, kontingen Sea-Games atau tim
nasional sepakbola. Perusahaan besar akan terlibat dengan sponsorship pada tim
olahraga dengan dasar
pemasaran atau kesadaran untuk ekspansi. Tim sepakbola di Eropa bekerjasama
dengan memasang nama perusahaan pada bagian dada kaos tim saat bertanding.
Berikut nilai kerjasama sponsorship antara perusahaan dengan beberapa tim
sepakbola di Eropa pada tahun 2006:
Tabel 3. Daftar
Kerjasama Sponsorship Tim Sepakbola Eropa dengan Perusahaan
Liga atauKompetisi
Jaringan Kerja
Event
Agreement
NBA
ESPN
Pertandingan Pilihan
selama event/liga
$1.2 billion
(2001-2006)
Olimpic
NBC
2006 winter olimpic
(Torino, Itay)
Mjgdggpodd
$ 613 million
NCAA
CBS
Men’s Basketball
Tournament
$6.2 billion
(2002-2008)
Nascar
Fox
First half of season
$1.6 billion
(2001-2008)
Perusahaan
Nilai Sponsorship
Anheuser-Busch
Pepsi
General Motor
Coca-Cola
Nike
Miller
$ 330-335 juta
$ 305-310 juta
$ 230-235 juta
$ 225-230 juta
$ 225-230 juta
$ 175-180 juta
Tim
Sponsor
Nilai
AC Milan (Italia)
Arsenal (Inggris)
Bayern M (Jerman)
Chealsea (Inggris)
Juventus (Italia)
Manchester United (Inggris)
Real Madrid (Spanyol)
Opel (Perusahaan Mobil)
O2 (Perusahaan Mobil)
T-Mobile (Perusahaan Mobile Phone)
Samsung (Perusahaan Elektronik)
Tamoil (Perusahaan Oli)
Vodafone (Perusahaan Mobile Phone)
Siemens (Perusahaan Mobile Phone)
$ 10,72 Juta
$ 17,25 Juta
$ 19,68 Juta
$ 17,25 Juta
$ 26,20 Juta
$ 15,53 Juta
$ 16,67 Juta
Sumber: Schwarz dan
Hunter, (2008: 244)
Event utama yang
melakukan kerjasama sponshorship adalah olahraga: 69%, tour dan hiburan: 10%,
cause marketing: 9%, seni: 5%, festival: 4%, organisasi: 3%. Perusahaan dapat
melakukan strategi sponsorship pada olahraga dari berbagai sektor pendukung peristiwa
olahraga, khususnya pada olahraga prestasi. Acosta (2002: 149) menyatakan
perusahaan akan termotivasi menjadi sponsor event olahraga bila penonton yang
hadir dalam jumlah yang banyak dan sesuai dengan target pemasaran. Olahraga
prestasi akan membawa pengaruh lebih efektif dan efisien dibandingkan olahraga
lain karena dihadiri atau ditonton orang banyak dalam pertandingannya.
Sponsorship pada organisasi atau badan penyelenggara olahraga prestasi
misalnya: Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk cabang sepakbola
melalui PT. Liga Indonesia, penyelenggara resmi liga super Indonesia sebuah
kompetisi sepakbola tingat tertinggi di Indonesia. Badan olahraga prestasi
tingkat dunia seperti Federation International de Football Association (FIFA) dan
International Olimpic Commitee (IOC). Sponsorship pada tim olahraga prestasi
dapat diimplementasikan pada kontingen Olimpiade, kontingen Sea-Games atau tim
nasional sepakbola. Perusahaan besar akan terlibat dengan sponsorship pada tim
olahraga dengan dasar
pemasaran atau kesadaran untuk ekspansi. Tim sepakbola di Eropa bekerjasama
dengan memasang nama perusahaan pada bagian dada kaos tim saat bertanding.
Berikut nilai kerjasama sponsorship antara perusahaan dengan beberapa tim
sepakbola di Eropa pada tahun 2006:
Tabel 3. Daftar
Kerjasama Sponsorship Tim Sepakbola Eropa dengan Perusahaan
Liga atauKompetisi
|
Jaringan Kerja
|
Event
|
Agreement
|
NBA
|
ESPN
|
Pertandingan Pilihan
selama event/liga
|
$1.2 billion
(2001-2006)
|
Olimpic
|
NBC
|
2006 winter olimpic
(Torino, Itay)
Mjgdggpodd
|
$ 613 million
|
NCAA
|
CBS
|
Men’s Basketball
Tournament
|
$6.2 billion
(2002-2008)
|
Nascar
|
Fox
|
First half of season
|
$1.6 billion
(2001-2008)
|
Sumber: (Schwarz dan Hunter, 2008: 249)
Sponsorship dapat dilakukan pada fasilitas olahraga yang menggelar event olahraga prestasi, seputar tembok stadion misalnya dapat di tempatkan berbagai merek yang menjadi produk atau jasa dari suatu perusahaan. Nama stadion atau gedung olahraga adalah suatu bentuk sponsorship banyak terjadi di Amerika atau Eropa. Nilai sponsorship untuk kategori ini biasanya sangat besar dengan jangka waktu yang panjang.
Tabel 5. Daftar Sponsorship pada Fasilitas Olahraga
Nama Fasilitas
Lokasi
Sponsor
Nilai Kontrak
Philips Arena
FedEx Field
Etihad
Atlanta (USA)
Washington DC (USA)
Melbourne
Royal Philips Elektronik
Federal Express
Etihad Airways
$ 182 Juta untuk 20
Tahun
$ 205 Juta untuk 27
Tahun
-
Sumber: (Schwarz dan Hunter, 2008: 25-251)
Suatu yang sangat efektif dan menghasilkan banyak keuntungan adalah sponsorship pada sebuah event olahraga prestasi misalnya Barclays Bank mensponsori Liga Inggris dengan titel Barclays Primier League. PT. Djarum mensponsori Liga Super Indonesia dengan Titel Djarum Indonesia Super League (ISL), atau Sampurna Proliga bola volli yang disponsori oleh PT.HM Sampurna perusahaan penghasil rokok. Honda memiliki event Honda Deteteksi Basket Leuge (DBL). Kejuaran Tingkat Asean sepakbola Piala AFF dengan titel Zuzuki Championship
Nama Fasilitas
Lokasi
Sponsor
Nilai Kontrak
Philips Arena
FedEx Field
Etihad
Atlanta (USA)
Washington DC (USA)
Melbourne
Royal Philips Elektronik
Federal Express
Etihad Airways
$ 182 Juta untuk 20
Tahun
$ 205 Juta untuk 27
Tahun
-
BAB III
PENUTUP
BAB III
A. Kesimpulan
Sponsorship adalah usaha yang dilakukan perusahaan agar dapat bertahan dari persaingan. Sponsorship pada olahraga prestasi khususnya banyak dilakukan oleh perusahan, bahkan olahraga menjadi bagian dari program sponsorship dengan nilai kerjasama yang paling besar. Dengan sponsorship pada dunia olahraga prestasi, perusahaan memiliki berbagai tujuan yang saling terkait, namun satu yang pasti citra perusahaan akan meningkat positip. Bagi komunitas olahraga prestasi kerjasama sponsorship adalah salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk memperoleh pendanaan. Semua segmen dalam komunitas olahraga prestasi dapat melakukannya seperti: gedung olahraga, stadion untuk segmen fasilitas olahraga, pengurus olahraga nasional (KONI), pengurus cabang olahraga, panitia pertandingan olahraga untuk segmen organisasi atau badan olahraga. Pendanaan untuk kegiatan olahraga semestinya bukan suatu permasalahan jika pengelola dapat mengoptimalkan kerjasama sponsorship dengan berbagai perusahaan.
B. Saran
B. Saran